Rektivoices..

Site Of Widiya Ayu Rekti…

NEGARA TERANCAM BENCANA?

Diluar dari pro-kontra mengenai resufle KIB jilid 2, masih banyak uneg2 yang ingin saya luapkan. Misalnya, jelang tujuh tahun masa pemerintahannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, selama ini, ternyata hanya melanggengkan kebijakan lama di sektor perekonomian. Yakni, tetap mengacu pada sistem ekonomi kapitalistik yang tidak menguntungkan rakyat namun menyenangkan pemodal.
Beberapa waktu lalu mencuat rencana Aksi Nasional Gas Rumah Kaca, alias pengurangan efek rumah kaca 26 persen. Namun sayangnya tidak dibarengi dengan evaluasi kebijakan lain yang merusak dan mengeksploitasi lingkungan dan rakyat.
Lihat saja UU No.32 Tahun 2009 ttg Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang kemudian sulit diterapkan karena ditabrak dengan UU No.41 Tahun 1999 ttg Kehutanan, dan UU No.4 Tahun 2009 ttg Mineral dan Batubara, atau UU No.25 Tahun 2007 ttg Penanaman Modal. Disini terlihat Presiden tidak mampu menertibkan atau memadukan pertentangan antar kebijakan sektoral itu selaku komando pemerintahan.
Menurut data organisasi WALHI, saat ini 42,96 juta hektare (ha) setara 21 persen dari total luas daratan Indonesia telah negara izinkan untuk kegiatan eksplorasi pertambangan. Lalu, untuk perkebunan kelapa sawit, dari rencana 26.710.800 ha telah terealisasi 9.091.277 ha. Alih fungsi ekosistem rawa gambut seluas 3.145.182 ha. Bahkan, sungai-sungai kecil telah diubah menjadi areal kebun sawit dan ditimbun oleh aktivitas korporasi hingga tidak berfungsi.
Tercatat, kerusakan hutan bertambah seiring lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) No.2 Tahun 2008 ttg Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berasal dari Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pembangunan Diluar Kegiatan Kehutanan.
Memang, akibat penerapan sistem ekonomi kapitalistik akan selalu menimbulkan tiga hal. Pertama, maraknya pelanggaran HAM dan sulit ditangani. Kedua, munculnya utang luar negeri, dan ketiga adanya korupsi. Jika pemerintah tidak segera “insyaf” dari pola kapitalistik macam ini, bencana untuk Indonesia hanya tinggal masalah waktu. []

Oktober 23, 2011 - Posted by | Opini

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.