PLEASE FORGIVE ME…
Maaf untuk kesibukan sepanjang bulan ini, sehingga tidak satu posting pun saya buat. Di Hari Raya Aidil Adha ini akhirnya bisa libur juga..
Padahal setiap malam saya Log On, tapi ya itulah.. Tak sempat ‘ngetik’ apapun.
Padahal tengah malam adalah waktu produktif, tapi sayang saya sudah terlanjur kelelahan. Padahal ingin menulis, tapi kepala, pundak, dan leher rasanya nyeri. Hehehe.. Saya yakin sebentar lagi ada yang ‘ngomel’ dan memaksa saya ‘check up’ lagi.. Tapi sambil ngetik saya berdoa semoga ‘dia’ tak membaca postingan ini
Kali ini saya juga ingin membuat sebuah pengakuan, yaitu :
- Sebenarnya saya iri dengan blogger lain yang bisa posting dengan teratur. Terutama Mas Nug… Tapi iri-nya karena suka. Tepatnya ingin seperti beliau. Kira-kira gimana ya mengatur waktunya?? Saya suka sekali mampir ketempat Mas Nug, soalnya beliau selalu punya posting dan hal-hal baru dengan gaya bahasa beliau yang benar-benar saya suka sejak pertama kali menemukan blog beliau..
Bung Ikrar juga… Kalah saya sama beliau. Padahal beliau Log On di Warnet, saya dirumah, lha.. beliau malah lebih rajin. Hehehe.. Saya memang aneh..
- Saya akhir-akhir ini merasa semakin tidak nyaman dengan kampus tempat saya kuliah. Di luar kampus rasanya lebih nikmat. Selain itu jam kerja kebetulan juga tabrakan dengan jam kuliah, dan sudah bisa ditebak, kerja-lah yang saya utamakan. Jadi saya juga minta maaf kepeda para Dosen terutama Pak Syaifudin, Pak Rudy dan Pak Ahmadi Yusran. Duh.., saya memang bukan mahasiswa teladan. Tapi bukannya saya tidak peduli. Anehnya semakin banyak yang saya ketahui, semakin saya kecewa. Banyak hal dikampus (diluar kuliah) ternyata diluar dugaan saya. Hmm… Maafkan saja saya..
- Saya merasa bersalah sama Bunda. Sepertinya kurang perhatian. Apalagi kalau saya tinggal keluar kota. Meski sudah saya upayakan pulang pada hari itu juga, datangnya pasti sudah kemalaman. Bunda sepanjang hari tak punya kawan berbincang, kesepian.. Ya Allah… Hamba kerja mencari uang, tapi ternyata uang itu saja tak cukup…
- Saya merasa ‘dia’ sedang marah. Karena saya begitu bandel dan susah di-ingatkan. Tapi saya ingin dia tau, saya tak pernah mengabaikan apapun yang dikatakannya. Saya selalu turuti anjurannya. Hanya saya sedikit saya modifikasi aturan mainnya
Dan saya merasa menjadi seseorang yang begitu beruntung dengan perhatian yang sebesar itu.. (^_^)* - Saya hutang materi Jurnal dan Opini. Waduuhhh… Ini alasan pusing selanjutnya.. Mungkin akan selesai minggu ini, sekalian dibuat posting baru. Sebenarnya saya tidak suka menulis dalam rangka ‘Deadline’. Tapi ya.., be professional lah sekali-kali
Sebenarnya masih banyak lagi, tapi sekali lagi, karena kesibukan, hanya sebatas ini yang ‘sempat’ diungkapkan.
Sore ini saya akan ceritakan semua bersama dia, sebelum esok hari saat waktu itu tersita lagi. Saya harap suasana sore ditemani secangkir teh dan pudding moka yang baru saya buat ini akan membuatnya berpikir ratusan kali untuk marah
Saya hanya ingin jujur atas segala keterbatasan ini…
Dan saya belum dapat melampaui lebih dari apa yang saya harapkan…
Jadi tolong…
Maafkan saya (^_^)


















Wah.. saya jadi malu..


Hati2 menyontoh saya, karena orang yang kenal saya secara langsung akan tau persis jam berapa saya pulang kerumah setiap hari (kerja). Bahkan gak pulang pun bukan sesuatu yang mengherankan..
Trus, kok masih sempat aja nulis? Ya, saya emang makai menggunakan trik kecil untuk mengatasi persoalan besar batasan waktu 24 jam/hari (setelah gagal mengajukan kepadaNYA agar dipanjangin jadi 36 jam/hari). Caranya saya memilih topik “ringan” dan “bebas”. Dua hal itu sangat membantu dan mempermudah saya (tidak seperti membuat karya ilmiah yang harus saya pertanggung jawabkan huruf demi huruf). Itu pun, membuat saya kadang mengorbankan topik “berat” yang seharusnya sudah saya selesaikan, tapi jadi gak selesai-selesai sampai sekarang..
Trik saya berikutnya adalah “nyuri start”. Ini istilah yang saya gunakan untuk (dimana saja) langsung nulis saat saya ada ide, lalu menyimpannya dalam bentuk draft dan saya berusaha menjaga (walaupun gak selalu berhasil) untuk selalu mempunyai beberapa draft yang tinggal saya baca sekali lagi, finalize, beri tanggal dan publish sesuai konteks-nya.
Tapi yaa, itu semua sesunguhnya hanya teori. Prakteknya, jujur aja, gak mudah menyisihkan waktu yang sangat sempit dan belalu dengan cepat ini. Tapi setidaknya kesulitan itu, bagi saya, terobati dengan kesenangan jiwa yang saya dapat, karena bisa berbagi dengan para sahabat saya..
Jadi, sesungguhnya gak peru ada maaf darimu, Sahabatku..
Semua yang kau alami itu manusiawi sekali..
Dan, gak perlu memaksakan diri diluar batas kemampuan karena sejatinya kita semua hanyalah manusia biasa saja..
Selamat terus berkarya (jika sempat), Sahabat..
mbak sebenarnya saya salut lho dengan blog mbak yang informatif ini. semoga dengan adanya blog mbak ini dapat membuat orang lain sadar akan system bobrok negara ini.
semangat mbak.
saya maav kan rekti…salam kenal yaa… boleh tukeran link?
Wia said :
“
“Tentu saja boleh.. Bentar ya saya link dulu..
waduh mba, baru saja saya mau numpang akal di blog mba ini untuk menambah pengalaman, eehh malah mba sedang cuti…
saya khusnudzon apa yang mba kerjakan adalah hal positif dan konstruktif. mg berhasil ya…….amin
mampir ke blog ku ya…kalau berkenan… maksh
chumaidi.wordpress.com
maaf kesasar
salam kenal aja
assalamu’alaikum,,,,,,,,mampir baca2 and kalo bisa link exchange…bisa ga sis’?
…ayu, salam kenal ya, numpang silaturrahim. Rasulullah SAW: “Sejatinya dalam diri jasadmu itu ada haknya…” maksudnya ya kudu ada hak untuk istirahat, dll. ditunggu mampirnya ya…