Rektivoices..

Site Of Widiya Ayu Rekti…

MENYOAL STRATEGI PERTAHANAN INDONESIA

Kekuatan militer Indonesia mengecap masa-masa keemasannya di era Orde Lama dan awal Orde Baru. Bahkan keunggulan militer Indonesia diabadikan dalam sebuah buku yang berjudul ‘Kopassus’ yang ditulis oleh Ken Conboy.

Sejarah Indonesia yang sempat memiliki kekuatan militer terbesar di Asia sekarang hanya tinggal kenangan. Bahkan negeri ini telak dikalahkan Singapura. Sebuah negeri kecil yang dengan segenap kemajuannya berhasil menggeser bahkan melempar Indonesia dari posisinya sebagai macan Asia.

Hingga menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaannya yang ke 63, Indonesia belum juga mengantisipasi pertahanan kedaulatannya yang sangat rapuh. Kerapuhan tersebut semakin jelas ditelanjangi dalam buku Pertahanan Negara dan Postur TNI (2007). Buku ini membedah kelemahan sistem dan postur pertahanan Indonesia yang tak pernah ideal. Indonesia seperti ditakdirkan berbadan besar tapi bajunya kesempitan melulu.

Anggaran militer Indonesia selalu jauh dari yang diharapkan Departemen Pertahanan. Misalnya, untuk 2007 Indonesia idealnya memiliki dana pertahanan senilai Rp 150 miliar atau naik 540 persen dari anggaran sebelumnya. Tapi kalau ini dipenuhi berarti dana APBN 2007 yang tersedot militer mencapai 86,6 persennya. Padahal, untuk mencapai pertahanan dan postur TNI yang ideal minimal Indonesia harus mendekati anggaran pertahanan yang dimiliki Singapore Armed Forces (SAF).

Sejak 1990 kebijakan luar negeri Singapura dibangun secara luas sebagai bentuk soft politics yang didasarkan pada kekuatan ekonomi, teknologi dan militer.
Sebagai bahan perbandingan, pada Tahun Anggaran (TA) 2005 dana pertahanan Singapura mencapai 5,57 miliar dolar Amerika Serikat. Sedangkan Indonesia hanya 2,34 miliar dolar. Bandingkan dengan luas cakupan yang harus diamankan Indonesia yang mencapai 1.904.443 kilometer persegi dengan Singapura yang hanya 648 kilometer persegi.

Sebagai sebuah bangsa kepulauan terbesar di dunia, dengan total wilayah darat dan laut beserta Zona Ekonomi Eklusif-nya yang mencapai 10 juta km persegi, Indonesia memiliki pandangan pertahanan nasional yang seharusnya berbeda dengan bangsa lainnya. Selain itu, bangsa Indonesia memiliki kekhasan yang tidak dimiliki bangsa lain terkait dengan posisinya yang strategis. Kekhasan ini konsekuensi dari adanya UNCLOS (United Nations Conference on the Law of the Sea) yang membagi Indonesia menjadi empat kompartemen strategis sesuai dengan ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) yang ada. Hal ini berarti ancaman eksternal dan manifestasi ancaman lainnya sangat berpotensi mengekploitasi kawasan perairan Indonesia.

Ketentuan ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) menjadi sebuah hal yang paling mengancam kepentingan Indonesia di wilayah perairan. Sebab, dengan adanya ketentuan ALKI tersebut, Indonesia harus mempersilakan kapal dagang dan kapal perang negara lain untuk dapat melintas di wilayah teritorial Indonesia. Ada beberapa hal yang mengancam keamanan Indonesia dilihat dari adanya ketentuan ALKI tersebut. Pertama, meningkatnya volume perdagangan dunia yang melalui laut. Kedua, alasan kenapa Indonesia seharusnya lebih menekankan pada pertahanan laut adalah adanya intervensi dan inisiatif oleh negara-negara besar yang kepentingannya tidak ingin terganggu di kawasan perairan Indonesia. Ketiga, adalah masalah penyelundupan baik manusia, senjata, dan narkotika. Ratusan ribu pucuk senjata ringan (Small Arm and Light Weapon) selundupan beredar di kawasan Asia Tenggara tiap tahunnya dan lebih dari 80 persen dari penyalurannya melewati laut. Daerah-daerah sekitar ALKI selalu sangat rawan terhadap kegiatan-kegiatan kejahatan internasional, penyelundupan manusia dan senjata, dan infiltrasi.

Jika melihat kenyataan ini, apakah masih tepat dan sesuai apabila Indonesia masih menerapkan strategi pertahanan landas darat?. Mempertahankan negara kepulauan sebaiknya bersandar pada Angkatan Laut, yang didukung oleh Angkatan Udara dalam kerangka pertahanan terluar (zona penyangga), sementara Angkatan Darat harus siap menggelar kekuatannya bilamana perang merambah pada area kontinen Indonesia (zona pertahanan dan perlawanan). Oleh karena itu, sistem pertahanan Indonesia harus bersifat integral dimana menempatkan Kekuatan Maritim dan Kekuatan Udara sebagai kekuatan utama tanpa mengabaikan Kekuatan Darat. Tidaklah sesuai dengan lingkungan strategis bila upaya mempertahankan Indonesia memfokuskan penggunaan strategi pertahanan kontinental (darat) daripada penggunaan kekuatan maritim (laut) dan dirgantara (udara). Dengan perancangan strategi pertahanan yang tepat dan sesuai dengan lingkungan strategis Indonesia maka akan menciptakan pertahanan yang memiliki efek deterrance kepada pihak lain. Oleh karena itu, pertahanan Indonesia ke depan harus jelas dan sesuai dengan kondisi lingkungan strategis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Paling tidak untuk AU diperlukan lebih kurang 8 skadron tempur, satu skadron intai dan peringatan dini, 33 satuan radar, 12 satuan rudal jarak pendek, 16 satuan rudal jarak sedang, delapan satuan rudal jarak jauh, 12 lanud induk, dan 38 lanud operasi. TNI AL juga mesti kebagian belasan frigat, kalau tidak mau melihat laut jadi ajang penyusupan paling aman. Ibukota pun perlu perhatian tinggi. Lanud Suryadarma di Subang, amat strategis untuk dipertimbangkan. Disisi lain nasionalisasi sektor-sektor vital harus segera dilakukan, supaya tidak ada alasan lagi bahwa pemerintah kekurangan uang untuk membiayai pertahanan keamanan negerinya sendiri..

About these ads

Agustus 16, 2008 - Posted by | Hankam | ,

15 Komentar »

  1. uda punya pasangan blon cz gue kgm dgn ilmu nya
    no. hp nya donk biar bisa diskusi ‘?

    Wia menjawab :
    >> “Silahkan hubungi lewat link yang saya cantumkan di buku tamu, disitu pun ada no telepon yang bisa anda hubungi. Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya. Semoga bermanfaat.. :)

    Komentar oleh desta | Agustus 22, 2008 | Balas

  2. Kekalahan dalam Perang Propaganda

    Apa yang menimpa militer Indonesia sekarang ini tidak lepas dari keberhasilan propaganda Barat dalam membentuk opini internasioanal. Pembentukan opini umum ini merupakan bagian dari kebijakan luar negeri suatu negara yang sangat penting. Opini umum sering dianggap sebagai kehendak atau aspirasi masyarakat internasional. Kemampuan sebuah negara untuk membentuk opini umum internasional akan mempengaruhi dukungan negara lain terhadap kebijakan negaranya dan memperbesar pengaruhnya dikancah internasioanal. Sebaliknya, opini umum masyarakat internasional bisa dijadikan alat penekan terhadap negara lawan.
    Sebagaimana sebelum meletus perang antara zionis israel dengan hizbullah di lebanon beberapa waktu lalu, israel telah sangat berhasil membentuk opini umum bahwa militer israel tak akan pernah terkalah dan merupakan satu2nya negara yg paling tangguh kekuatan militernya di timur tengah. Kekuatan2 militer israel di opinikan segitu dahsyatnya sehingga menebar ketakutan negara2 arab pada umumnya. Namun kenyataannya israel kalah perang melawan hizbullah yg hnya menggunakan peralatan militer jauh dari kekuatan militer israel. maka rontoklah opini umum yg slama ini mengatakan militer israel tak akan pernah terkalahkan.

    Singapura dengan kekuatan militernya skrg mampu membangun opini umum bhwa kekuatan militer mereka paling tangguh di Asia Tenggara, dimana sesungguhnya tangguhnya kekuatan militer singapura tidak lepas dari bantuan militer yg diberikan israel kpada mereka. Kedekatan hubungan pemerintahan Singapura dengan negera Zionis Israel akhirnya terbukti sudah. Rombongan tentera Israel yang disertai enam pegawai setempat, dikabarkan telah memberi bantuan nasehat guna mewujudkan pasukan keamanan Singapura, termasuk pasukan tentera mengikuti panduan negara Yahudi itu.

    Sementara disisi lain negeri2 muslim oleh barat di opinikan tidak mempunyai kekuatan militer yg tangguh, untuk mendukung opininya tersbut militer indonesia diembargo oleh AS, maka sejak itu rontoklah militer indonesia di mata negara2 asia. Saat ini indonesia tidak mampu lagi membangun opini sebagai negara yg mmpunyai kekuatan militer tangguh karena hampir smua peralatan militer indonesia sudah ‘rongsokan’. AS dan sekutunya telah berhasil ‘menyibukkan’ indonesia dengan krisis ekonomi yg dideritanya sehingga hampir tak smpat lagi memikirkan kekuatan militer.

    Irak setelah di inspansi AS dan sekutunya mengalami kerontokan kekuatan militer, irak sendirian melawan AS dan sekutunya tentunya tak akan sanggup.

    Iran saat ini telah berhasil membangun opini umum bhw mereka pnya kekuatan militer yg mampu membalas dengan cepat smua serangan militer yg ditujukan kepada mereka, dengan manuver2 latihan perang mereka sudah cukup bagi iran untuk mengopinikan kekuatan militer mereka.

    Militer Negeri2 Muslim Harus Bangkit

    Lemahnya militer negeri2 muslim dikarenakan sikap inferior (rendah diri), merasa tidak percaya diri terhadap kekuatan militer sendiri, indonesia merupakan negeri muslim yg paling inferior dengan kekuatan militernya sendiri, padahal kalau kita menghitung kekuatan militer iran tentunya masih jauh jika dibandingkan dengan kekuatan israel yg didukung AS, tapi Iran mampu membangun opini kekuatan militernya yg mampu membalas dengan cepat smua serangan yg ditujukan kepada mereka karena iran tau titik2 kelemahan israel dan AS yaitu posisi2 kepentingan Israel dan AS. dengan ancaman penghancuran terhadap posisi2 kepentingan AS sdh cukup membuat ciut nyali AS untuk menyerang iran. Sebaliknya Indonesia tidak mampu membangun kekuatan militernya karena krisis ekonomi yg di deritanya, padahal ckp dengan menasionalisasikan smua perusahan2 yg ada sangat potensial sekali untk membangun kekuatan militer. Mau beli apa aza atau mau membangun kekuatan militer apa aza Indonesia akan mampu, wong sebenarnya indonesia kaya raya dengan SDA-nya. cukup dengan satu gunung emas frepot indonesia sudah sangat bisa membangun kekuatan militernya.

    Wia menjawab :
    >> “Saya setuju dengan anda. Tapi inilah Indonesia, negeri yang sudah salah langkah, salah sistem, dan salah strategi sejak awal. Hmm… Andai saja semua kepala dijajaran pemerintahan itu berpikir seperti anda. Sebaiknya pemerintah sadar sebelum terlambat. Pangkalan perang musuh sudah didepan mata, eh.. Kita kok malah santai2 saja…!!!???”

    Komentar oleh Al Fath An Nabhani | Agustus 26, 2008 | Balas

  3. Presiden RI yang berasal dari kalangan militer pun tidak mampu membangun kekuatan militer indonesia, padahal perlu diketahui nyali tentara2 indonesia itu sangat luar biasa, bagaimana tidak luar biasa F16 kita berani mengejar F18 amerika saat melintas di langit indonesia, tapi sayang dah doloan dikunci sama F18 jadi mau gak mau terpaksa dech menukik kebwah untuk turun;)).

    Trus juga pada saat latihan bersama dengan militer malaysia, tentara kita berani naik helikopter yg udah rongsokan, sedangkan tentara malaysia ciut nyalinya dan beraninya cma naik bus aza;)).

    Yah kalau dihitung dari ‘nyali-nyalian’ kayaknya militer indonesia tangguh, coba aza situ tentara amerika disuruh naik helikopter militer kita, kira2 berani gak ya?;))kayaknya gak berani tuh coz tentara kita byk yg mati bersama helikopternya yg tiba2 jatuh mendadak:). atau disuruh naik kapal selam kita, kira2 tambah ciut tuh nyali tentara amerika coz beberapa wktu lalu kapal selam kita tenggelam bersama tentara2 kita yg bernyali pemberani:).

    Ternyata kekuatan ‘nyali’ aza tidak cukup untuk membangun kekuatan militer, sudah seyogyanyalah mulai saat ini indonesia mengupgrade smua kekuatan militernya, kasihan tuh tentara kita pakai pakai peralatan militer rongsokan.

    Wia menjawab :
    >> “Memang.. Kebanyakan pesawat kita lebih patut disebut ‘besi tua terbang’.. Saya malah nggak habis pikir sama presiden kita yg dari kalangan militer ini.. Sekarang saat dia berkuasa, anggaran Dephan di pangkas terus. 2007 dipangkas, sekarang juga dipangkas lagi.. Sungguh disesalkan.. Sekarang saya lihat Pertahanan Laut dan Dirgantara kita sangat lemah, yg terlalu diurus malah alutsista untuk AD. Aneh… Memangnya kita ini negara pantai…!!! Ini Archipellago bung!!! :D

    Komentar oleh Al Fath An Nabhani | Agustus 26, 2008 | Balas

    • Kalau kayak gitu.. ya TNI bukan berani.. tapi mau Bunuh diri… sudah ketahuan Pesawat kagak layak terbang mau juga dinaiki.. ya pastinya mati dong.. orang yang pintar pasti keselamatan di dulukan… “Safety First”

      Komentar oleh Calvin | Oktober 19, 2009 | Balas

  4. Sebagai negara maritim, kita memang seharusnya kuat dalam hal kelautan. Pertahanan di laut dan udara Indonesia harus ditingkatkan lagi. Karena kita memiliki banyak kelemahan di dua lokasi itu.

    Wia menjawab :
    >> “Betul sekali… Hehehe, khayal punya khayal kaya’nya pemerintah perlu mencontoh kerajaan Sriwiya, Majapahit, atau sekalian armadanya Laksamana Cheng Hoo… :D . Pemerintah kita itu benar2 tidak bisa belajar dari sejarah….
    So.., thanks atas kunjungan anda bung Yudi.. :)

    Komentar oleh yudios | September 1, 2008 | Balas

  5. SAYA SETUJU ANGGARAN PERTAHANAN UNTUK MENJAGA KEDAULATAN NKRI DIPERHATIKAN ATAU DITINGKATKAN. TAPI KAN ADA YANG LEBIH MENDESAK YAITU ANGGARAN PENDIDIKAN, MAKA SBY MENDAHULUKAN ANGGARAN PENDIDIKAN AGAR MEMENUHI AMANAT UUD 45 DENGAN TIDAK MELUPAKAN ANGGARAN PERTAHANAN. MILITER INDONESIA MEMANG MENGALAMI MASA KEJAYAAN WAKTU ERA ORDE BARU. ITU AKIBAT MILITER PERNAH DISAKITI OLEH PKI SECARA BIADAB DENGAN TERBUNUHNYA 7 PAHLAWAN REVOLUSI. TETAPI SETELAH MELITER MEMEGANG TAMPUK PIMPINAN PEMERINTAHAN NEGARA, EKSES NEGATIF DWI FUNGSI ABRI MENJALAR KEMANA-MANA, YAITU SEMUA BIDANG KEHIDUPAN IPOLEKSOSBUDHANKAMAG DIKUASAI OLEH MILITER. KEHIDUPAN DEMOKRASI NYARIS HILANG, KEKBEBASAN BERPENDAPAT DIPASUNG DAN KKN TUMBUH SUBUR DIMANA-MANA. PUNCAKNYA KRISIS MONETER 1998 YANG MEMBUAT ORDE INI TUMBANG DIGANTIKAN OLEH REZIM REFORMASI TAPI TIDAK PUNYA KONSEP DAN PERSIAPAN YANG MATANG. JADI YA BEGINILAH JADINYA INDONESIA YANG WAKTU ORDE BARU KELIHATAN BERSATU, TENANG DAN SEMUA SERBA MUDAH MESKIPUN PENYELEWENGAN JUGA TERJADI SECARA BERJAMAAH, TETAPI DI JAMAN REFORMASI INI KITA TELAH TERCABIK-CABIK OLEH POLARISASI DENGAN KEBEBASAN YANG KEBABLASAN, SALING HUJAT, SALING TUDUH DAN FITNAH TIADA HENTI, MASING-MASING PIHAK HANYA MENCARI PEMBENARANNYA SENDIRI. MUDAH-MUDAHAN SBY YANG TEGAS, CERDAS, CERMAT, SABAR DAN SANTUN (MESKIPUN ADA YANG SINIS MENYEBUT SBY LAMBAN DAN PERAGU) DIBERI KEKUATAN UNTUK MEMIMPIN INDONESIA KEMBALI SEHINGGA DASAR-DASAR DAN LANDASAN PERUBAHAN YANG TELAH DIPANCANGKAN TINGGAL MENERUSKAN DEMI MENUJU INDONESIA HARI ESOK YANG LEBIH BAIK. DAMAILAH NEGERIKU DAN JAYALAH BANGSAKU INDONESIA TERCINTA. H.DARYANTO.

    Wia menjawab :
    >> “Kemajuan tidak bisa hanya menitik beratkan pada satu bidang. Bidang Pertahanan hanyalah satu diantara bidang2 lain yg masih harus dibenahi. Setiap rezim dan pemimpinnya sampai sekarang masih belum ada yg berani mengatasi itu semua. Berada diatas memang lebih enak dari duduk dibawah, duduk dikursi lebih nyaman dari duduk di tanah… “

    Komentar oleh h.daryanto | September 4, 2008 | Balas

  6. tulisan yang cukup bagus, namun akan lebih baik bila disertai dengan data-data tentang kekuatan militer Indonesia, baik mulai persenjataan, jumlah personel dan sebagainya.
    satu hal yang harus digaris bawahi, bahwasanya untuk suatu perubahan, membutuhkan proses yang tidak mudah. namun noting imposible in the word, demikian pula dalam masalah militer indonesia disini.

    Komentar oleh wahyudianto, S.Pd.I | Januari 1, 2009 | Balas

  7. alhamduliilah.. ternyata masih ada mahasiswa ynag memiliki perhatian san keketusan yang menarik terhadap kejadian2 disekitar kita… keep the spirit and go fighting!!!!

    Komentar oleh leo | Januari 21, 2009 | Balas

  8. saya kira image lemah dg mudah diopsikan kpd khalayak sangat mungkin sebagai bagian dr strategi pertahanan itu sendiri. hal yg tak masuk akal jika Indonesia selemah itu, nampaknya ada hal yang sangat disembunyikan dibalik image lemahnya pertahanan Indonesia.

    Komentar oleh Alfa5era | Juli 7, 2009 | Balas

  9. saya suka sekali membaca yg “berbau militer.(emang militer bau gitu?).apalagi kalo baca teknologi pesawat tempurnya.suka berkhayal kalo indonesia punya 200 pesawat tempur generasi terbaru berbagai type.(hp kali..),entah berapa triliun untuk membangun armada tni-au kita,belon lagi armada laut dan darat.sampe kalkulator di buat bingung mengalikan dananya.sebagian besar orang berpendapat dg membelanjakan uang sebanyak itu untuk keperluan militer adalah sia-sia,mendingan buat pendidikan,kesejahteraan rakyt,dsb.pendapat itu sah2 aja.tapi kalo kita lebih sedikit arif uang sebanyak itu tidaklah sia-sia dengan catatan dipergunakan secara bijaksana pula.konon negara setiap tahunya rugi ratusan triliun karena ilegal fishing.itu disebabkan rapuhnya patroli pengamanan laut kita.seandainya armada laut kita mumpuni saya yakin negara bisa menekan kerugian setiap tahunya.dan hasilnya buat kesejahteraan rakyat kita-kita juga kan?.Dengan militer yang kuat membuat masyarakat merasa aman terlindungi dari ancaman dalam maupun luar.kita bersyukur bisa belajar dg tenang(meski biaya sekolah mahal),bekerja,bahkan menikah sampai empat kalipun bisa dg tenang.tapi lain soal jika kita harus hidup ditempat konflik.contoh di palestina dan irak sana.jangan kan berpoligami satu pun rasa2nya tak sanggup,hee.hee.saya masih berpendapat DIPLOMASI TANPA UNJUK KEKUATAN tak akan menghasilkan apa2.jadi jangan heran kalo kita kehilangan pulau sipadan.dan ambalat juga pulau2 yg lain akan segera menyusul kalo kita masih mengandalkan diplomasi tanpa unjuk kekuatan.dengan kata lain otak dan otot harus sejalan.saya yakin TNI kita punya nyali tapi juga tau diri.jadi kalo ada anggapan orang belanja militer adalah pemborosan wajib dipertanyakan kembali.mengingat contoh2 kecil diatas.Oya kepada mahasiswa kapan2 berdemo juga dong ma pemerintah agar menaikan anggaran pertahanan juga buat kesejahteraan para prajuritnya biar gak nyari objekan diluar.dan yang terakhir jangan tawuran dong! aku doain kalian biar pintar kayak habibi.biar khayalan ku punya 200 pesawat tempur bisa terwujud.kalo tawuran terus bisa2 aku berkhayal seumur hidup.

    Komentar oleh die | Juli 17, 2009 | Balas

  10. Mbak Wia senang membaca postingannya, masih mahasiswa saja sudah begini, apalagi sudah mbahnya siswa. Saya setuju, apa yang terjadi dengan pertahanan kita sebenarnya adalah representasi ketidak sehatan negara kita, yang digerogoti oleh korupsi,kkn dan teman-temannya. Akibatnya TNI kita jadi layu, baik dalam sistem,alutsista, dan gelar “deploy”nya. Coba lihat sistem pertahanan kita tidak sinergis, darat,laut dan udara serta polisi jalan sendiri-sendiri. Belum lagi kkn nya, mulai saat rekrutmen sampai dengan penempatan perajuritnya masih jauh dari memadai, mungkin AL,AU sudah sedikit mendingan tapi AD, rasanya sesak dada kalau melihatnya. Jadi masalahnya bukan pada anggaran. Sebab berapapun besarnya anggaran diberikan pasti amblas, presiden bilang “masuk angin”. Semoga negara kita cepat pulih dari korupsi,kkn dan dapat menegakkan Hukum dan Ham. Kalau semua ini sudah baik. Pastideh yang namanya pertahanan Negara kita jaya lagi. Prajurit kita bisa dibanggakan, loyal dan tahan menderita, sama seperti bangsa kita, yang sabar,manutan tetapi selalu di”perdaya oleh pemimpinnya”. Semoga pemerintahan SBY mampu mengangkat derajat bangsa kita menjadi lebih baik. Semoga.

    Komentar oleh harmen batubara | Oktober 19, 2009 | Balas

  11. wah…. tq yagh…
    dah bantu tugasqu

    Komentar oleh duwi | Juni 22, 2010 | Balas

  12. lemah nya kekuatan TNI saat ini merupakan tanggung jawab kita semua terutama calon rakyat yg ada di DPR mereka selalu memangkas anggaran buat TNI kita gak mungkinlah meng-andalkan semangat doang tanpa di imbangi dg persenjataan yg memadai,dari pada uang rakyat dinikmati oleh koruptor koruptor calon penduduk neraka jahanam mendigan di buat utk membagun kekuatan meliter agar negara lain gak memandang sebelah mata dan melecehkan bangsa indonesia terus menerus konsekuwen dong!!!! hai para pemegang keputusan katanya TNI udah menuju Profesional mana? 3x sy akan lebih bangga lagi kalo TNI kuat,huebat,handal utk jaga keutuhan NKRI

    Komentar oleh malakadul | September 17, 2010 | Balas

    • Setuju banget.
      TNI harus kuat dan profesional apabila menginginkan Negara lain menghormati dan menghargai eksistensi Negara Indonesia, kecuali memang ada keinginan di benak para wakil rakyat untuk membubarkan Negara Indonesia ini.. :(

      Komentar oleh harri dolli | Mei 5, 2012 | Balas

  13. Terima masih atas tulisannya, membantu dalam menjawab tugas di kuliah, semoga tetap semangat dalam mencermati kebijakan Pemerintah terutama yang mencakup Pilar Pilar Bangsa.

    Komentar oleh harri dolli | Mei 5, 2012 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 213 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: